sahabat selamanya

Pengertian Periwayatan Hadist

on Rabu, 08 Juni 2011


  • A.      Pengertian periwayatan Hadits
       Sementara secara istilah ilmu hadits, menurut M.syuhdi Ismail yang dimaksud dengan Al-Riwayah adalah:”Kegiatan penerimaan dan penyamppaian hadits, serta penyandraan hadis itu kepada para periwayatnya dengan bentk-bentk Tertentu” diterimanya kepada orang lain, tetapi ketika menyampaikan hadis itu tidak menyebutkan rangkaian para periwayatnya, maka orang tersebut juga tidak dapat dinyatakan sebagai orang yang telah melakukan periwayatamn hadis.
Dari definisi di atas, dapat ditarik beberapa point penting uang harus ada dalam periwayatan hadits Nabi,Yaitu:
1.       Orang yang melakukan periwayatan hadis yang kemudian dikenal dengan   ar-rawiy (periwayat)
2.       Apa yang diriwayatkan
3.       Susunan rangkaian para periwayat (sanad/Isnad)
4.       Kalimat yang disebutkan sesudah sanad yang kemudian dikenal dengan matan, dan (5) kegiatan yang berkenaan dengan proses penerimaan dan penyampaian hadits (at-tahamul wa ada al-hadis).
  • B.      Metode Periwayatan Hadits
Seiring melyuasnya dunia muslim waktu itu, maka dalam penyebaran hadis yang lebih intensif dan bias dipertanggung jawabkan menuntut metode baru dalam belajar mengajar hadis
Pertama,sama’. Yaitu seorang guru membacakan hadis untuk muridnya.

Kedua, Al-qirah ala al syaikh atau biasa disebut dengan qraah atau ardh adalah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat sendiri yang membaca atau orang lain yang membacakanya dan dia mendengarkan

Ketiga, Ijazah (Pemberian Izin), yaitu memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan sebuah hadis atau sebuah buku di bawah pengawasaan seorang ahli yang telah memberikan izin tersebut,tanpa perlu membacakan buku tersebut kepadanya terlebih dahulu

Keempat, Munawaalah (Memberikan buku kepada seorang murid). Praktik ni sudah dilakukan pada paruh kedua abad pertama hijrah, seperti Zuhri (51-124 H) memberikan manuskripnya kepada sejumlah ahli seperti Al-tsauri, Al-Awza’l, dan Ubaidillah bin Umar

Kelima, Kitabah (korespondensi), yaitu seorang hadis menuliskan hadis yang diriwayatkan untuk diberikan kepada orang tertentu untuk diriwayatkan.

Keenam, I’lam ()memberikan informasi tentang hadis
, yaitu seorang guru hadis memberikan informasi kepada seseorang bahwa pemberi informasi telah memberikan izin kepadanya untuk meriwayatkan sebuah buku tertentu dibawah bimbingan para ahli.
Ketujuh,washiyah yaitu: mewariskan buku kepada seseorang yang dapat meriwayatkan dibawah bimbingan dan kewenangan orang yang memberikan washiyah tersebut.
Kedelapan, wajadah yaitu seseorang yang menemukan buku hadist orang lain tanpa ada rekomendasi perijinan untuk meriwayatkan dibawah bimbingan dan kewenangan seseorang.
  • C.      Bentuk Bentuk periwayatan Hadits Nabi.
Dalam study periwatan hadist, persoalan bentuk periwayatan juga menjadi isu yang krusial,hal ini karena perdebatan masalah tersebut juga berimplikasi terhadap keautentikan suatu hadist,dengan demikian apakah periwayatan suatu hadist harus dengan lafadz yang persis disampaikan oleh Nabi SAW, ataukah dengan maknanya saja.Yang menjadi isu penting di kalangan ulama’
1.       Periwayatan hadis dengan lafadz
Sedangkan periwayatan dengan makna yaitu meriwayatakan hadis dengan lafadz yang disusun perawi sendiri sesuai dengan makna yang dicakup oleh ucapan, perbuatan, dan takrir ataupun sifat nabi
Adapun yang membolehkan periwayatan hadis bi al-makna memberika persyaratan khusus, yaitu
1)      Para perawi harus mengetahui sacara baik kosa kata bahasa arab sehingga ia dapat membedakan mana lafazh yang mendukung makna hadis yang diriwayatkan dan man ayang tidak.
2)      Perawi benar-benar lupa lafazh-nya dan ingat maknanya sedang dia harus menyampaikan hokum yang dikandungnya
3)      Lafazh hadis itu bukan lafazh yang bernilai ibadah seperti adzan, iqmah, tasyahud, dan lain-lain, dan bukan pula merupakan ajaran yang prinsipil (jawami’ al-kalim)
4)      Memang dimungkinkan untuk mengganti lafazh dengan padanannya (sinonim) yang tidak akan membawa perbedaan pengertian dari maksud lafazh semula
        Meskipun , jumhur ulama’ sepakat tentang perlunya memelihara lafadz hadis dan nashnya yang asli seperti yang diucapkan oleh nabi
  • D.      Sistem Sanad Dalam Periwayatan Hadits
       Menurut bahasa sanad adalah thariqah (jalan) atau sandaran. Sedangkan menurut istilah sanad berarti jalan yang menyampaikan kepada matan hadis
Dalam konteks ini ada beberapa teori yang menyatakan asal-mula sanad hadis
2.       Teori skeptic yang dikemukakan oleh orientalis, seperti ; josephs catch, juinboll, caetani, sprenger, dan lain-lain
3.       Teori asing yang dikemukakan oleh Horovitis yang tidak sepakat dengan pendapat caetani dan sprenger menurutnya, orang-orang yang mengatakan urwah tidak  memakai sanad adalah karena mereka mempeljari kitab-kitab urwah berikut sanad-sanadnya
4.       Teori yang dikemukakan oleh musthafa al-sibai, yang menyatakan periwayatan pada era sahabat, dilakukan dengan tidak mem[persoalkansotntisitas dan kredibilitas as-sunnah.
5.       Teori yang dikemukakan oleh M.Musthafa al-Azmi, yang mnyatakan sebelum islam dating, tampaknya sudah ada suatu metode yang mirip dengan pemakaian sanad dalam menyusun buku, namun tidak jelas sejauh mana metode itu diperlukan

0 komentar:

Poskan Komentar